DPR soroti objektivitas TNI di tahun politik saat uji kelayakan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu 21
ARTICLE AD BOX

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI Rizki Aulia Natakusumah mengatakan pihaknya bakal menyoroti objektivitas TNI dalam menghadapi tahun politik saat uji kepantasan dan kepatutan (fit and proper test) Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono sebagai calon tunggal panglima TNI.

Ia menyebut tahun depan sudah memasuki tahun politik jelang Pemilu 2024 sehingga menjadi tantangan bagi kepemimpinan panglima TNI nan baru ke depannya.

"Faktor-faktor lain nan kudu bisa kita tanyakan dan yakinkan di fit and proper test seperti apakah TNI bakal terus alias semakin berkarakter objektif dalam tahun-tahun politik," kata Rizki saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Rizki menyebut interoperabilitas dari antarmatra TNI juga krusial sekali untuk disoroti. Meski dinilainya, selama ini Laksamana Yudo telah berkoordinasi secara ketat dan baik dengan matra lain, baik TNI Angkatan Darat ataupun TNI Angkatan Udara.

Baca juga: Komisi I DPR sambut baik penunjukan Yudo Margono oleh Presiden

"Jadi tentu ini perlu ditekankan gimana nantinya bisa ada interoperabilitas nan baik lagi," ujarnya.

Ia menyebut fraksinya bakal mencermati pula perihal visi-misi panglima TNI baru selama masa jabatannya dan kontribusi apa nan bisa diberikannya dalam merealisasikan visi-misi tersebut terhadap tubuh TNI ke depannya.

"Jadi visinya pun kudu realistis dalam masa kedudukan beliau apa nan bakal menjadi kontribusi beliau ketika kelak sudah ditetapkan sebagai panglima TNI," katanya.

Selain itu, dia mengatakan bakal menekankan perihal visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) nan mendorong Indonesia sebagai poros maritim bumi dalam pertanyaan saat fit and proper test kepada calon tunggal panglima TNI.

"Ini nan menjadi pertanyaan kami apakah bakal dikuatkan lagi dengan adanya penunjukan Bapak Yudo Margono sebagai calon tunggal Panglima TNI," tuturnya.

Rizki menyebut juga bakal memberikan catatan-catatan untuk dicermati oleh calon Panglima TNI dari kepemimpinan Panglima TNI sebelumnya dalam menghadapi isu-isu strategis.

"Harus belajar dari panglima sebelumnya, Pak Andika sudah memimpin dengan baik, Pak Andika sudah cukup baik alias baik dalam menjaga gambaran TNI, menjadikan rumor Papua sebagai rumor strategis alias rumor utama nan menjadi concern beliau," katanya pula.

Di awal, Rizki mengatakan pihaknya menyambut baik atas penunjukan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono sebagai calon tunggal panglima TNI. Menurutnya, sosok Laksamana Yudo merupakan figur pemimpin nan dekat dengan para prajuritnya.

"Level pribadi, saya sudah lihat betul dengan kepala mata sendiri beliau adalah seorang pemimpin nan dekat dengan prajurit-prajuritnya, cair sekali dalam memimpin TNI AL selama ini," ucapnya.

Ia berambisi dengan modal kecakapan nan dimilikinya tersebut dapat menjalin komunikasi maupun silaturahmi nan baik dengan para prajuritnya dalam memimpin lembaga TNI ke depannya.

Ketua DPR RI Puan Maharani menerima surat presiden alias surpres tentang calon Panglima TNI atas nama Laksamana TNI Yudo Margono nan diusulkan menggantikan Jenderal Andika Perkasa nan segera memasuki masa pensiun.

Surat presiden tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno kepada Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Setelah diterima DPR RI, Surpres Calon Panglima TNI bakal ditindaklanjuti oleh sistem uji kepantasan dan kepatutan alias "fit and proper test".

Proses uji kepantasan dan kepatutan itu bakal dilakukan Komisi I DPR nan mengurus bagian pertahanan.

Baca juga: Pengamat: Laksamana Yudo Margono layak jadi panglima TNI
Baca juga: Pengamat minta Laksamana Yudo jaga netralitas TNI
Baca juga: Pengamat: Panglima TNI baru kudu konsentrasi pada penguatan Kogabwilan

Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2022