Komisi IV DPR dukung dua sektor kebijakan pemulihan ekonomi Jokowi

Sedang Trending 4 hari yang lalu 5
ARTICLE AD BOX

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mendorong pemulihan ekonomi dunia melalui dua sektor prioritas, ialah rantai pasok nan resilien dan industri imajinatif sebagai salah satu pertumbuhan baru.

Selain mendorong upaya pemulihan ekonomi global, kata Daniel, dua sektor prioritas tersebut untuk membantu pemulihan ekonomi di Indonesia.

"Soal rantai pasok, terutama pangan, daya perlu dijaga, dan sebagai sumber alternatif. Rute dan hub logistik baru perlu memperoleh support investasi baru, terutama ditujukan kepada negara-negara berkembang. Jokowi sangat menekankan pentingnya hilirisasi sebagai bagian dari rantai pasok," kata Daniel dalam keterangan tertulis nan diterima di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan semangat hilirisasi nan ditegaskan Jokowi merupakan bentuk kepedulian kepada negara-negara berkembang agar rantai pasok mempunyai nilai tambah. Hilirisasi, ujarnya, mendorong negara-negara pemasok untuk tidak hanya memasok bahan baku, namun bahan separuh jadi ataupun bahan jadi.

“Tentu sangat membantu Indonesia dalam perihal pemulihan ekonomi. Hal ini terbukti ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia, sektor pertanian khususnya pangan sebagai penyelamat ekonomi, nan lain babak belur, ambruk minus, tetapi sektor pertanian/pangan tumbuh positif,” katanya.

Untuk itu, dia menilai sektor pangan menjadi jagoan dalam perihal pertumbuhan ekonomi sehingga perlu ada perhatian serius oleh Pemerintah, termasuk support kepada para petani nan menjadi ujung tombak kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Anggota DPR minta Pemerintah mengantisipasi lonjakan nilai pangan

“Tentu ini kudu diperhatikan Pemerintah dalam perihal penganggaran dan support kepada produsen pangan, khususnya petani menjadi modal besar dalam perihal pencapaian pertumbuhan ekonomi nan berbobot ke depan,” ujarnya.

Ia berambisi pemerintah memberikan perhatian kepada para pelaku UMKM nan bergerak di sektor pangan, seperti mempermudah pemberian akses permodalan, serta memberikan pendampingan agar pertumbuhan UMKM terarah.

“Akses permodalan dipermudah, UMKM nan sudah existing dibina dan diberikan permodalan dengan kembang lunak apalagi bebas bunga. Ini salah satu insentif bagi pelaku upaya pangan, bagi UMKM untuk tujuan ekspor diberikan kemudahan dalam perihal izin ekspor dan insentif lainnya,” ucapnya.

Menurutnya, dengan diberikan beragam kemudahan tersebut maka dengan sendirinya pelaku-pelaku upaya menjadi penyumbang pendapatan negara melalui pajak nan mereka bayarkan.

Baca juga: Daniel Johan sorong pemerintah kembangkan sagu sebagai pangan nasional

"Usaha sektor pangan tidak bakal pernah lenyap lantaran orang butuh makan, butuh minum tentu dengan standar keamanan pangan adalah perihal utama nan kudu menjadi perhatian,” jelasnya.

Terpisah, personil Komisi IV DPR Yohanis Fransiskus Lema sepakat bahwa kebijakan hilirisasi menjadi aspek kunci kekuatan dari negara-negara berkembang.

"Dengan begitu, maka negara berkembang dapat menjadi bagian dari rantai pasok melalui produksi peralatan nan mempunyai nilai tambah, bukan hanya sebagai sumber bahan baku," katanya.

Ia sepakat dengan arah kebijakan Presiden Jokowi dalam mendorong pemulihan ekonomi dunia melalui sektor prioritas kedua, ialah industri imajinatif sebagai sumber pertumbuhan baru.

“(Berdasarkan data) UNESCO, sektor imajinatif dan budaya menyumbang 3,1 persen PDB dunia dan 6,2 persen lapangan kerja. Ekonomi imajinatif adalah sektor masa depan dan pilar pertumbuhan inklusif," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mendukung industri imajinatif maupun pariwisata agar lebih resilien, termasuk melalui transformasi digital dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022