Penelitian: Layanan pesan-antar makanan online akselerasi bisnis UMKM

Sedang Trending 4 hari yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Dulu kami hanya jualan di sini (secara offline), setelah gabung online, alhamdulilah omzet jadi lebih banyak

Jakarta (ANTARA) - Hasil penelitian ‘Digitalisasi UMKM: Dampak Platform Digital terhadap UMKM Kuliner’ nan dilakukan oleh Alvara Research Center menunjukkan bahwa layanan pesan-antar makanan online alias online food delivery (OFD) mengakselerasi upaya UMKM kuliner.

CEO dan Founder Alvara Research Hasanuddin Ali mengatakan, UMKM kuliner termasuk salah satu sektor terbesar nan ada di Indonesia, dengan kontribusi sekitar 41 persen dari total PDB sektor ekonomi kreatif. Namun, persaingan di sektor kuliner saat ini cukup ketat sebagai akibat dari barrier to entry nan rendah.

"Oleh lantaran itu, pengusaha UMKM kuliner butuh beragam upaya untuk mengembangkan usahanya seperti melalui operasional upaya nan lebih efisien serta jangkauan ke pelanggan nan lebih luas. Berjualan online melalui kemitraan dengan platform OFD menjadi solusi nan tepat," ujar Hasan dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Dalam penelitian tersebut, Alvara menemukan beragam kebenaran menarik mengenai akibat digitalisasi terhadap UMKM kuliner. Secara rata-rata, platform OFD menyumbang lebih dari separuh (56,8 persen) omzet UMKM nan berkolaborasi dengan platform.

Hasan memaparkan, guna membuktikan faedah platform OFD lebih jauh, Alvara juga melakukan komparasi melalui wawancara mendalam kepada 11 pengusaha UMKM kuliner, diantaranya Mie Ayam Yamin Pink Tebet dan Siomay Abu Tebet Timur nan awalnya berdagang secara offline kemudian berdagang secara online. Hasilnya, platform OFD membantu upaya mereka tumbuh lebih sigap dibandingkan hanya berdagang secara offline.

"Dulu kami hanya jualan di sini (secara offline), setelah gabung online, alhamdulilah omzet jadi lebih banyak," ujar Nur, pemilik Mie Ayam Pink.

Lebih jauh, rupanya pada saat para UMKM kuliner mengembangkan upaya di OFD, mereka memahami perlu adanya biaya komisi untuk mendukung upaya mereka sekaligus mengembangkan upaya platform digital OFD.

"Salah satu temuan menarik kami lainnya adalah kebanyakan UMKM kuliner nan menjadi mitra upaya OFD tidak keberatan dengan skema kemitraan dan pengenaan komisi alias nan disebut biaya layanan. Menurut para pelaku UMKM kuliner, skema kemitraan dengan platform membawa banyak faedah bagi bisnisnya dan pengenaan komisi sepadan dengan manfaat-manfaat nan mereka terima," kata Hasan.

Penelitian menemukan bahwa kebanyakan UMKM kuliner mitra platform OFD menilai biaya komisi dari platform OFD baik (95 persen) dan sudah sesuai (94,2 persen).

Menurut Hasan, berasas penelitiannya, skema kemitraan antara UMKM kuliner dengan platform OFD tidak menggerus untung mitra UMKM meski ada potongan per transaksi nan kudu dibayarkan ke platform selaku penyedia layanan.

Para UMKM kuliner tetap mengalami untung secara finansial (97,7 persen) dan omzetnya tetap naik (93,3 persen).

"Berbeda dari narasi nan sebelumnya beredar di masyarakat, UMKM kuliner nan kami survei menyatakan ada tiga untung utama nan mereka dapatkan dari biaya komisi nan mereka bayar, ialah program promosi, subsidi ongkir, serta faedah dari pengembangan platform," ujar Hasan.

Ketiganya dianggap memberikan akibat nan signifikan dalam peningkatan omzet penjualan UMKM kuliner. Lebih lanjut, Hasan menyampaikan penelitian juga menelaah mengenai platform OFD nan dianggap memberikan paling banyak untung bagi mitra UMKM kuliner.

Hasilnya, GoFood dari Gojek menduduki posisi pertama, diikuti oleh GrabFood dari Grab dan Shopee Food dari Shopee. Menurut para mitra UMKM kuliner nan disurvei, GoFood tetap lebih unggul dibanding platform lainnya, antara lain pada aspek ‘pengembangan platform nan semakin baik’, ‘membuat upaya mereka paling efisien’, ‘menawarkan program training kewirausahaan’, ‘memiliki biaya layanan (komisi) paling adil’, serta ‘platform nan paling sering digunakan untuk membikin promo mandiri’. Selain itu, GoFood dan GrabFood bersaing ketat pada aspek ‘layanan support mitra’.

"Hampir seluruh mitra UMKM kuliner (96,5 persen) nan disurvei menyatakan bakal terus melanjutkan kemitraan dengan platform OFD, lantaran mereka mengatakan sudah merasakan langsung faedah dari kemitraan berbareng platform OFD. Bahkan, 1 dari 3 mitra UMKM kuliner bakal secara aktif merekomendasikannya kepada sesama pelaku UMKM kuliner lainnya," kata Hasan.

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan riset kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan pada Agustus hingga Oktober 2022, melalui wawancara tatap muka terhadap 1.948 responden UMKM kuliner nan berkolaborasi dengan platform OFD seperti GoFood, GrabFood dan Shopee Food di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan.

Baca juga: Peneliti: Layanan pesan makan daring perlu regulasi keamanan pangan
Baca juga: Mayoritas pengguna layanan pesan-antar makanan millenial dan Gen Z
Baca juga: Riset: GoFood pilihan utama, ShopeeFood beri nilai paling kompetitif
Baca juga: Riset: Layanan pesan-antar makanan bakal tetap tinggi pascapandemi

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2022