Polisi berhasil tangkap sebelas anggota kelompok pembobol mesin ATM

Sedang Trending 4 hari yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

mereka sengaja mengincar mesin ATM nan jauh dari keramaian warga

Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Barat berhasil  menangkap sebelas pelaku nan tergabung ke dalam tiga kelompok  sindikat pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) 

"Kita tangkap tiga kelompok. Kelompok pertama berisi tiga pelaku ialah BR, AH, dan FD. Kedua berisi lima pelaku yakni, ANT, AS, DU, VRM, dan HS. Terakhir, golongan ketiga berisi tiga pelaku yakni, MA, AG, dan AH," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Haris Kurniawan di Jakarta, Kamis.

Peristiwa ini bermulai ketika salah satu bank swasta melaporkan adanya kejanggalan dari salah satu mesin ATM di daerah Jakarta Barat.

Pihak bank swasta tersebut melaporkan adanya selisih antara duit nan keluar dengan sisa dan total catatan dari mesin ATM.

Berangkat dari laporan itu, polisi langsung memeriksa letak ATM tersebut dan memulai prosesnya penyidikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan keterangan berapa saksi, polisi akhirnya menangkap tiga sindikat pembobol mesin ATM tersebut.

"Kelompok pertama kami amankan di daerah Karang Anyar, Sawah Besar, temannya di Jakarta Timur, kemudian golongan 2  HS dan VRM kita amankan di daerah Ciri Mekar Cibinong, pengembangan lagi di Gerbang tol Cieteureup kita amankan juga. Kemudian golongan 3 kita amankan di daerah Bogor," ujarnya.

Untuk tersangka golongan satu ditangkap pada 18 November 2022, tersangka golongan dua ditangkap pada 21 November, dan golongan tiga ditangkap pada 23 November.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap  pelaku  melakukan aksinya selama nyaris 1,5 tahun.

Haris menjelaskan mereka sengaja mengincar mesin ATM nan jauh dari keramaian penduduk dan terpencil. Mereka memasukkan kartu ke mesin ATM tersebut seperti melalukan penarikan duit pada umumnya.

"Saat duit keluar, tersangka mencongkel tombol keluar (exit shutter) dari pada mesin ATM sehingga mesin  gagal transaksi, seolah tidak terjadi pemotongan saldo terhadap rekening tersebut," kata Haris.

Dengan modus operasi tersebut, sebelas tersangka itu telah meraup duit milik bank dengan total Rp400 juta.

Atas perbuatannya, sebelas tersangka itu bakal dijerat dengan pasal 363 Ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara.
Baca juga: Pemuda diduga curi komponen mesin ATM Bank DKI di Koja
Baca juga: Polrestro Jaksel luruskan informasi pelapor jadi "ATM" oknum polisi
Baca juga: Polisi tangkap pencuri telepon genggam dan kartu ATM

 

Pewarta: Walda Marison
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2022